dalam hidup kita pasti menanyakan apa arti cinta. tidak hanya saya mungkin juga dia, kamu dan mereka. katanya cinta itu harus satu, tidak boleh dua karena di anggap tabu, tapi maksimal empat kata agama. semua yg ada di dunia ini mengambil konsep dualisme yg berarti semuanya berpasangan. ya persis seperti keadaan di alam siang dan malamnya, panas dengan dinginnya. Tapi lain ceritanya jika di dunia fauna, say amenemukan sedikit kontradiksi disana. buaya yg menganut konsep monogami ( saya pernah melihat tayangan asal usul ) malah dijadikan kambing hitam oleh manusia penanda orang yg punya cinta lebih dari satu " dasar buaya" katanya. tapi di lain pihak di alam, ada singa yg punya begitu banyak wanita malah dijadikan ikon keperkasaan. lantas alam apa yg harus kita taati? alam buaya yg kadang2 dianggap 'buaya' atau alam singa yg katanya lambang keperkasaan. semua kembali pada presepsi masing2..
cinta punya banyak definisi. Banyak orang bilang cinta itu buta. Tapi jika cinta itu buta, berdua kita akan tersesat begitu menurut asumsi efek rumah kaca. Banyak orang bilang jatuh cinta itu berjuta rasanya. Tapi menurut band kesukaaan saya jatuh cinta itu biasa saja. kata kerispatih cinta tak lekang oleh waktu, tapi kata jikustik tak ada yg abadi. kata dee di supernovanya, cinta itu adalah subtansi dasar. Tapi kata saya cinta itu yg saya rasakan Kemarin, saat ini, hingga nanti dan padamu.
Hanya saja ada masalah mendasar di cinta yang padamu ini, ini baru asumsi dan katanya, walau katanya ini kata hatiku sih . saya ragu kau ragu mereka diam melihat karena katanya cinta ini tabu.
Kita bersandar pada bulan, berharap bulan tak membual soal janjinya tak mengumandangkan kisah ini. yang katanya tabu, yang kata mereka bertentangan, yang kataku menyenangkan, yang katamu masih kau pikirkan, yang kata kita masih malu-malu.
Kita bersandar pada dewa cinta jika itu memang ada, agar memanah kita berulang kali, mengalirkan sensasi ini terus menerus setiap hari tak kenal lelah. Sensasi yg bagai di suntikan morphin. Membuat senang awalnya dan akhirnya semua tau apa yg terjadi, tapi mungkin jalan kita berbeda dengan para pemakai morphin lainnya, pasangan pemabuk cinta lainnya .
Kau tahu, semenjak hubungan ini terjalin. kita berdua mengalami bifurkasi. Entah ke arah mana kehancuran atau ke stabilan. Yang jelas menuju salah satu diantaranya.
Setiap detik, setiap waktu, kita seperti terlalu kelebihan dan terlalu kekurangan hormone endorphin. Sedetik tertawa, sedetik kemudian bisa terbujur kaku. Semenit bercerita, semenit kemudian berdiam. Sejam saling menghentakan nafas, sejam berlalu dan kita menahan nafas. Sehari cinta, mungkin sehari kemudian benci.
Tapi ada satu hal yg saya lupa. sebenarnya ini semua tentang kita atau hanya tentang keegoisan saya yg menafsirkan demikian. kenalkan saya mikael lalu siapa kamu….
Sabtu, 23 Januari 2010
Langganan:
Komentar (Atom)